Part #1 – Introduction
Part #2 – Movement
Part #3 – Base Entity and Multiple Enemies
Sebelumnya saya sekali lagi mau meminta maaf karena belum sempat untuk mengexplorasi lebih lanjut engine3D Flash yang dulu sempat saya bahas. untuk para pembaca yang merasa kecewa saya mohon maaf. ga punya waktu untuk mempelajarinya. T T
Sebagai gantinya pada post kali ini saya akan memberikan sedikit tutorial pengenalan pembuatan game Android dengan menggunakan framework libgdx. duduk yang tenang dan ambil secangkir kopi karena ini akan menjadi post yang cukup panjang. selamat membaca.
I. LIBGDX?

Sebelumnya mari saya terangkan terlebih dahulu apa itu Libgdx
. Libgdx adalah salah satu framework 2D&3D untuk Android yang berbasis OpenGL ES . Libgdx ini dikembangkan oleh BadLogic Games dan bersifat Open Source dengan lisensi Apache 2.0 sehingga dapat digunakan untuk proyek game komersil. Libgdx menggunakan bahasa Java sebagai bahasa pemrogramannya dan dapat berjalan di semua platform yang mendukung Java (Windows, Mac, Linux, Android, but not J2ME). saat ini Libgdx telah mencapai versi 0.9.2 dan masih terus berlanjut perkembangannya didukung oleh komunitas yang sangat aktif (blog dan forum).
II. WHY LIBGDX?
ada beberapa alasan mengapa saya memilih libgdx sebagai framework :
- Great performance for 2D games
Yeap.. menurut saya framework ini adalah yang paling ringan untuk game 2D . dibandingkan dengan engine 2D open source serupa seperti AndEngine . karena secara default OpenGL ES tidak mendukung 2D maka engine2D yang berbasis OpenGL ES seperti AndEngine melakukan rendering gambar menggunakan object plane dan untuk menggerakkannya menggunakan operasi translate, rotate, dsb. hal inilah yang menyebabkan AndEngine menjadi berat karena operasi – operasi seperti itu tidaklah murah. Untungnya di Libgdx terdapat sebuah kelas yang bertugas untuk melakukan rendering 2D yaitu Spritebatch (seperti di dalam XNA) . SpriteBatch ini dapat merender ratusan object dengan tetap memepertahankan FPS yang tinggi (100 object dirender bisa mendapatkan 90 FPS di Galaxy Ace saya), sudah lebih dari cukup untuk sebuah game.
Seperti yang sudah saya sebutkan di atas bahwa Libgdx dapat berjalan di semua platform yang mendukung Java (except J2ME) sehingga untuk menguji kode tidak perlu untuk menaruhnya di hape, tapi bisa langsung dijalankan sebagai Java Desktop Application (not Android Emulator, it’s slow as hell). saya juga melakukan strategi ini untuk menghemat waktu. Kode yang saya buat diuji dengan menggunakan Java Desktop karena compile timenya cukup cepat, cukup dengan menambahkan sedikit kode untuk input. Itu sangat menghemat waktu!
package Library yang didownload mengikutkan dokumentasi yang cukup jelas. dengan sedikit pengaturan project, dokumentasi bisa juga dibaca langsung di editornya .
online documentationnya juga ada
Coba checkout
source nya, di dalamnya terdapat banyak demo code yang bisa dicontoh . bukan cuma potongan – potongan kode, tapi juga sebuah game utuh. saya banyak belajar dari situ, terutama yang
Cuboc.
- Supporting Box2D and Multitouch
Apalah bagusnya sebuah engine mobile di masa kini kalau tidak mendukung Box2D dan Multitouch. kedua fitur itu sudah seperti de-facto game engine feature yang harus ada .

)
- It’s Java.
Well, this one is my own personal opinion though. I’m not really understand C++ yet. heheh
Okay that’s for the introduction, Let’s start the tutorial.
.
.
.
.
Y U NO CLICK NEXT PAGE???
undergraduate student at UGM,
co-founder and Game Programmer at Amagine Interactive.
More Posts
Pingback: Membuat Game Android Avoider Menggunakan Framework Libgdx – Part #3 Base Entity and Multiple enemies « #IDdevblogaday
Pingback: Browser game dengan Libgdx Applet « #IDdevblogaday