Category Archives: Music and sound

Music, sound effects, everything that the ear can hear

Pembentukan Rasa Dan Citra Untuk Musik

Rasa dan citra adalah dua parameter dasar yang digunakan untuk menilai karya seni. Tidak terkecuali pada musik atau BGM game, pemberian rasa dan citra yang pas pada musik yang kita buat akan menentukan apakah musik itu bernilai baik, atau tidak.

Pada tulisan saya yang sebelumnya, saya telah membahas tentang cara composing musik menggunakan FL Studio. Nah, sekarang kita akan mengupas tentang bagaimana membentuk rasa dan citra pada musik.

Terdapat 4 unsur dasar yang vital dalam pembentukan rasa dan citra pada musik.

Harmoni musik

Harmoni dapat menentukan sifat atau emosi yang hendak disampaikan musik. Harmoni adalah kombinasi antara nada-nada yang tingginya berbeda dan dibunyikan dalam suatu urutan waktu tertentu. Harmoni yang terbentuk atas tiga atau lebih nada bersamaan biasanya kita kenal dengan sebutan akord (chord). Sedangkan harmoni yang dibunyikan berurutan, kita kenal dengan sebutan arpeggio.

Pola nada dalam harmoni diatur dalam scale. Scale (tangga nada) adalah jarak interval nada yang membentuk suatu urutan tertentu. Scale yang paling umum dan populer digunakan adalah scale mayor dan minor. Meskipun banyak scale-scale lain seperti Maqamat (scale pada musik Arabic), Gamelan (Pelog) scale, Pentatonic (cinese oriental) scale, dll. Tapi scale-scale tersebut jarang digunakan.

Gambar 1. scale C major dan C minor

Penggunaan scale musik tersebut sangat mempengaruhi emosi musik yang nantinya akan kita buat. Beberapa diantaranya :

  • Suasana ceria dan semangat biasanya dibentuk dengan scale mayor.
  • Musik dengan scale minor untuk menggambarkan kesedihan, galau, suram, dll.
  • Scale minor dengan chord diminish dan nada-nada atonal (sengaja melenceng dari scale) untuk membuat suasana tegang.
  • Untuk menggambarkan suasana bingung, gunakan scale mayor dengan nada-nada atonal.

Tempo dan Dinamika

Tempo adalah ukuran kecepatan dalam birama lagu yang memiliki satuan BPM (Beats per Minute). Dalam sebagian besar partitur lagu klasik, kita juga bisa menjumpai ukuran tempo yang dinamai dengan bahasa italia seperti “Andante”, “Allegro”, “Adagio”, dll. Beberapa istilah tempo dalam bahasa italia yang dikenal beserta penjelasannya :

  • “Larghissimo — very, very slow (20 bpm and below)
  • Grave — slow and solemn (20–40 bpm)
  • Lento — slowly (40–60 bpm)
  • Largo — broadly (40–60 bpm)
  • Larghetto — rather broadly (60–66 bpm)
  • Adagio — slow and stately (literally, “at ease”) (66–76 bpm)
  • Adagietto — rather slow (70–80 bpm)
  • Andante moderato — a bit slower than andante
  • Andante — at a walking pace (76–108 bpm)
  • Andantino – slightly faster than andante
  • Moderato — moderately (108–120 bpm)
  • Allegretto — moderately fast (but less so than allegro)
  • Allegro moderato — moderately quick (112–124 bpm)
  • Allegro — fast, quickly and bright (120–168 bpm)
  • Vivace — lively and fast (?140 bpm) (quicker than allegro)
  • Vivacissimo — very fast and lively
  • Allegrissimo — very fast
  • Presto — very fast (168–200 bpm)
  • Prestissimo — extremely fast (more than 200bpm)”

(sumber : Wikipedia)

Dinamika menyatakan keras lembutnya suatu musik dimainkan. Ukuran dinamika biasanya juga dinyatakan dalam bahasa italia. Ukuran dinamika paling keras adalah fortissimo assai (fff), dan paling lembut adalah pianissimo possibile (ppp). Dalam composing musik digital, dinamika dapat diatur melalui velocity pada piano roll.

Gambar 2. ukuran dinamika dalam velocity not

Peranan tempo dan dinamika dalam pembentukan citra dan rasa musik sangatlah vital. Musik-musik dengan tempo tinggi dan dinamika forte akan memberikan kesan emosi yang tinggi dan meluap-luap, ceria, atau juga bisa ketakutan. Sedangkan lagu dengan tempo lambat dan dinamika piano biasanya akan memberikan nuansa tenang atau sedih.

Pemilihan Instrumen

Instrumen musik adalah suatu alat atau seperangkat alat yang berfungsi untuk menghasikan bunyi, nada, dan ritme yang membentuk musik. Citra dan rasa dalam musik tentu saja sangat dipengaruhi bentuk bunyi dari sumber nada. Pemilihan instrument juga dapat menentukan genre musik yang akan dibuat.

Misalnya :

  • Pada musik orchestra, instrument yang digunakan : String (biola, cello, contrabass), Brass (terompet, trombone), Woodwinds (Seruling, Oboe), Perkusi (timpani, simbal)
  • Untuk genre musik celtic, digunakan instrument : Biola, Bag and Pipe, Bodhran (semacam tamborin), Seruling
  • Untuk genre musik trance, disko, dubstep digunakan instrument-instrumen Elektrik dan Synthetizer
  • Untuk genre musik ethnic digunakan instrument : gitar akustik, ketipung, gamelan, rebab, seruling, tamborin
  • Untuk musik rock, punk dan metal digunakan instrument : gitar elektrik, drum, bass, keyboard

Gambar 3. (dari atas) gamelan, instrumen celtic, instrumen orchestra, synthetizer elektronik

Sebenarnya, hampir tidak ada aturan yang fixed tentang pemilihan instrument. Bisa saja kita membuat musik punk dengan menggunakan gamelan atau instrument elektrik (Saya sendiri sering membuat musik trance dengan instrument-instrument yang seharusnya digunakan dalam musik orchestra XD). Selama itu cocok dan harmonis, maka musik yang dihasilkan akan tetap terdengar enak.

Spotting Musik

Yang dimaksud spotting musik, adalah peletakan musik itu dalam suatu adegan atau kesempatan.
Misalnya : Musik fanfare yang ceria untuk adegan kemenangan, Musik bertempo tinggi dengan nada penuh tension untuk adegan battle, Musik dengan tempo slow dan scale minor untuk adegan sedih, dll.
Peletakan musik yang emosinya pas pada adegan yang benar akan meciptakan harmoni antara adegan dengan musik.

Demikian tulisan dari saya untuk minggu ini. Semoga bisa menjadi wacana untuk membuat musik yang berguna bagi pembaca.

Keep rock all :3

Ittou

Self-taught bedroom musician and music composer from Elventales Studio. Using FL Studio as main DAW and Anvil Studio as secondary workstation. Ittou learns many genre of music, but, his main influence is J-Pop, nuJazz and Ethnic music such as Celtic and Gamelan.

Composing BGM menggunakan FL Studio

BGM (Background Music) dalam sebuah game memiliki banyak peran. Salah satunya, membantu menggambarkan emosi dan tension yang mungkin kurang jika digambarkan secara visual saja. Oleh karena itu, penyusunan  atau composing BGM adalah salah satu aspek yang harus diperhatikan dalam development sebuah game.

Saat ini, kemajuan di bidang IT telah memungkinkan kita untuk menciptakan music tanpa harus merekam permainan musisi asli. DAW (Digital Audio Workstation) dan VST (Virtual Studio Technology) adalah tool yang berperan untuk membantu musisi untuk mewujudkan hal itu. Dalam tulisan kali ini, penulis akan menjelaskan cara membuat BGM game dengan menggunakan DAW FL Studio.

Pengenalan User Interface FL Studio

User Interface FL Studio, bisa dibagi – bagi menjadi region atau wilayah – wilayah seperti ini :

Interface FL Studio, secara garis besar dibagi dalam 6 kelompok :

Toolbar :

Panel tempat kita bisa mengakses banyak command dan option untuk mengkonfigurasi FL Studio.

Channel Windows & Step Sequencer :

Di sini adalah tempat utama user melakukan proses composing. Panel ini berfungsi untuk menempatkan instrument dan memasukkan beat melalui step sequencer. Dari channel ini juga user bisa mengaktifkan Piano Roll. Hasil komposisi step sequencer dan piano roll tersebut akan disimpan dalam pattern – pattern.

Piano Roll :

Tempat memasukkan nada instrument

Browser :

Panel ini memberikan akses cepat ke koleksi preset instrument user.

Playlist :

Playlist adalah tempat user menyusun pattern – pattern menjadi sebuah komposisi musik.

Mixer :

Di panel ini, dilakukan tahap penyelesaian sebuah aransemen musik. Masing – masing instrument dirouting ke channel – channel mixer tersendiri, lalu dilakukan proses tweaking yang disebut Mixing dan Pre-Master / Mastering.

Read more …

Ittou

Self-taught bedroom musician and music composer from Elventales Studio. Using FL Studio as main DAW and Anvil Studio as secondary workstation. Ittou learns many genre of music, but, his main influence is J-Pop, nuJazz and Ethnic music such as Celtic and Gamelan.

Stop SOPA