Category Archives: Work in progress

Making a shooter game part 7: Background

Sampai juga kita di angka lucky seven dari seri tutorial pembuatan game shooter. Kali ini kita akan membahas tentang pembuatan background dari game kita. Seperti yang sudah anda semua sadari (kalau tidak berartii hebat), bahwa background game kita masih hitam. Sekarang kita akan menambahkan background untuk game kita. Ada dua cara untuk menambahkan background, yang pertama adalah dengan satu gambar background yang seukuran dengan layar / area game kita, atau dengan menggunakan tilesets yang adalah nama lain dari spritesheet untuk background (biasanya untuk top down view).

Di tutorial ini saya akan menggunakan cara kedua, yaitu menggunakan tileset. Langkah pertama adalah mencari tileset yang akan kita gunakan. Saya menemukan satu tileset yang cocok dari opengameart.org yang dibuat oleh qubodup, Bart K, dan Blarumyrran, download tileset di bawah ini

save di folder assets kita, dan kita bisa segera mulai. Buatlah child class dari Entity, berinama Tiles class seperti ini

package
{
	import net.flashpunk.Entity;
	import net.flashpunk.graphics.Tilemap;

	/**
	 * ...
	 * @author Aryadi Perwira Subagio
	 */
	public class Tiles extends Entity
	{
		public var img:Tilemap;

		public function Tiles(tileset:*)
		{
			img = new Tilemap(tileset, 640, 480, 32, 32);
			graphic = img;
		}

	}

}

Read more …

Aryadi Perwira

Self-proclaimed AS3 blackbelt.

More Posts

Quick paint & concepting (ch 2 of newbie drawing)

Halo kembali

Kemarin kita sempat membahas mengenai cara menggambar yang mudah menggunakan flash dengan line tool etc untuk bangunan iso sederhana. kali ini karena keterbatasan waktu dan skill saya :P mungkin saya akan kembali mengangkat cara mudah yang sama jika di terapkan dalam concepting karakter menggunakan tool powerful lain dari adobe yaitu Photoshop.

Untuk idealnya yang biasa saya pergunakan adalah resolusi 200, ukuran kanvas terserah, tapi saya sarankan untuk sesuai dengan ukuran aset ketika akan masuk ke game, ketika ukuran yang dibutuhkan 200×200 ya jangan bikin canvas 1000×1000 :P .

Ok, mungkin saya bukan artis 2d yang baik hehehe, karena metode saya agak random alias mengerjakan dengan sistem yang tidak baku. Intinya pada saat kita build karakter/concepting karakter, saya menggunakan shape sederhana yang mungkin tadinya tidak serumit yang nampak di gambar :P . Pergunakan warna greyscale dan cari shape yang tidak menyulitkan untuk dikembangkan, setelah mendapatkan shape yang ideal, bisa dimulai dengan mengisi shading dasar dan juga highlight ringan. Saya sengaja tidak memasukkan detailing lebih lanjut pada tahap greyscale, karena semua akan ditambahkan pada waktu kita memasukkan warna. Perlu diingat untuk awalan, penggunaan layer warna yang terpisah dari greyscale figurenya penting, supaya tidak terjadi kesalahan yang tidak perlu (sehingga harus merubah bentuk awal).

Sistem ini saya rasa bisa digunakan non artist juga karena, shape / bentuk dasar suatu mahkluk itu bervariasi dan kita bebas berkreasi, memulai dari outline kadang menyulitkan untuk beberapa orang yang tidak memiliki background dasar art. Maka shape jadi pilihan yang lebih nyaman, dimana bentuk dasar bisa di ukir dengan brush satu warna sampai kita mendapat bentuk yang diinginkan.

berikut contoh dasar untuk shaping dan concepting dengan painting . (step by stepnya)

 

itu contoh cepatnya saja untuk mengejar waktu tulis artikel. Basically shaping mungkin menurut saya lebih comfortable buat para non 2d artist untuk bisa merealisasikan apa yang mereka bayangkan mengenai karakter mereka. Shape awal bisa berupa coretan apapun sampai dirasa memenuhi syarat untuk sebuah karakter, mulai di bersihkan shapenya untuk kemudian diisi dengan shading dan line pembantu seperti pada gambar baris ke 3. Penambahan detail dan perubahan detail bisa dilakukan sebelum dan sesudah pewarnaan seperti yang bisa dilihat pada contoh. saya cenderung melakukan perubahan sambil jalan, dikarenakan terkadang perubahan tertentu membutuhkan improvisasi yang muncul setelah warna dimasukkan. Paling tidak anda sudah mendapatkan akan seperti apa karakter anda selanjutnya.

Oh ya, sebelumnya mohon dipahami bahwa selama masa pewarnaan lebih baik menggunakan layer warna yang menggunakan properti color untuk bisa mendapatkan gradasi warna yang diinginkan :D setelah dirasa memenuhi kebutuhan baru di merge dan kemudian menggunakan brush untuk mengoreksi hal2 yang perlu di ubah :D . Untuk amannya di sarankan untuk menggunakan layer yang berbeda dan jangan ditumpuk di satu layer.

Panduan ini mungkin kurang lengkap tapi ya paling ga udah memenuhi kebutuhan dari non artist untuk bisa mengkonsep art yang cukup memuaskan untuk personal use.

 

 

Aditya

Co founder of Teelos, a sick twisted bastard that worked as 2d Artis and also PR.

Website - More Posts

Share workflow artist (workflow ch 2) to catch up with programmer

Hallo lagi semua,

 

Ok kita kembali lagi minggu ini.

Sebelumnya saya minta maaf kalo materi minggu ini agak berantakan dikarenakan kesibukan masa transisi kantor baru dengan wisuda saya yang jatuh besok sabtu.

Setelah minggu lalu diselingi artikel art singkat untuk vektor newbie way, mungkin untuk kejar waktu (speed typing lagi dah :P ) saya mengangkat isu yang mungkin kita sebagai game developer, sering temui dalam pengerjaan game. Ya mungkin anda semua sudah tahu jawabannya, bagaimana sinkronisasi pengerjaan antara art dan asset game dengan pengerjaan code/programming oleh programmer.

 

Kebanyakan orang mungkin jarang mempermasalahkan masalah konsistensi kerja dalam workflow antara programmer dan artist, dan memang dalam skala project yang mungkin hanya dikerjakan 2/3 orang (contoh Mintsphere) hal ini tidak terlalu jadi masalah. Tetapi dalam skala yang sedikit lebih besar, dimana mungkin anggota team bukanlah orang-orang yang bisa dibiarkan bebas berkeliaran hanya dengan patokan “game yang penting selesai pada tgl xxx”, perlu ada penegasan mengenai alur workflow yang sesuai dengan ‘pace’ setiap anggota tim termasuk programmer.

Read more …

Aditya

Co founder of Teelos, a sick twisted bastard that worked as 2d Artis and also PR.

Website - More Posts

Vector art easy way by newbie on Adobe Flash Ch. 1

Halo lagi

 

Mohon maaf sebelumnya jika artikel kali ini agak berantakan dikarenakan keterlambatan saya mengerjakan materi :P .

Ok, mari kita ke pokok bahasan kali ini, jika sebelumnya saya membahas mengenai Workflow, timeline yang ada di Teelos, sekarang mungkin saya akan loncat sedikit ke wilayah yang sudah dan masih sampai sekarang saya geluti yaitu vector art by newbie. Kenapa saya sebut begitu?

Hal ini dikarenakan vector art yang saya pergunakan selama ini menggunakan dasar dari penggunaan program adobe flash. Kemudahan dalam penggunan tool line, pencil, serta brushnya menurut saya adalah hal yang mempermudah artis pemula dalam dunia flash game untuk menghasilkan art yang cukup memadai untuk sebuah game menembus pasar diawal sebuah startup. Jika boleh untuk berbagi kali ini saya kan lebih banyak share dengan gambaran dari progress pengerjaan sebuah image jika menggunakan flash.

Read more …

Aditya

Co founder of Teelos, a sick twisted bastard that worked as 2d Artis and also PR.

Website - More Posts

Exploring Alternativa3D – Part 1

Baru baru ini Adobe telah meluncurkan update terbarunya untuk Flash Playernya,  yaitu Flash Player 11 . Flash Player 11 ini bukan hanya update bug ataupun performa semata, tetapi juga memperkenalkan fitur baru untuk developer yaitu Stage3D . Apakah itu Stage3D? secara mudahnya stage3D adalah metode rendering 3D dengan dukungan GPU , jadi segala komputasi 3D dilakukan di GPU bukan CPU lagi. Stage3D ini memungkinkan konten 3D dengan jutaan poly dirender oleh flash dengan kecepatan 60 fps. Sounds Cool eh? bayangkan game sekelas Crysis 2 dimainkan lewat browser.

Read more …

fugogugo

undergraduate student at UGM, co-founder and Game Programmer at Amagine Interactive.

More Posts

Sample of Workflow & Timeline on Flash Game Developer (Case 01: Teelos)

Halo semuanya :D Maaf kalau bahasanya sedikit kurang formal, maklum tulisan perdana di blog ini.

Sebelumnya mungkin beberapa sudah mengenal saya sebagai biang kerok di gdi dulu :P , (jeff_hardy, ring a bell?), perkenalkan nama asli saya Aditya saat ini jadi tukang animasi dan juga tukang jualan plus koar-koar di Teelos Games. Nah kali ini saya ingin sedikit share aja mengenai proses yang saya jalani selama menjalankan game developing bersama teman-teman di Teelos Games kurang lebih 7 bulan terakhir dan menghasilkan 4 published game  dan 3 game unpublished dalam kurun waktu yang singkat.

Read more …

Aditya

Co founder of Teelos, a sick twisted bastard that worked as 2d Artis and also PR.

Website - More Posts

Stop SOPA